Kisah Tentang Geplak; Camilan Khas Bantul yang Manis dan Gurih

Geplak adalah makanan khas Bantul, Yogyakarta, yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa. Geplak memiliki tekstur yang kering dan renyah, dengan rasa manis yang khas.

Asal-usul Geplak

Asal-usul geplak tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu. Geplak dipercaya pertama kali dibuat oleh masyarakat Bantul yang memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka, yaitu kelapa dan gula.Pada zaman dahulu, kelapa dan gula merupakan bahan makanan yang umum ditemukan di Bantul. Kelapa merupakan tanaman yang banyak tumbuh di wilayah Bantul, sedangkan gula merupakan komoditas perdagangan yang sudah lama dikenal di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, dapat diperkirakan bahwa geplak sudah ada sejak abad ke-17 atau ke-18. Hal ini didukung oleh catatan sejarah yang menyebutkan bahwa pada abad ke-17, kelapa dan gula sudah menjadi komoditas penting di Indonesia.

Tetapi ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa geplak baru mulai muncul pada abad ke-20. Pendapat ini didasarkan pada fakta bahwa geplak baru mulai populer pada abad ke-20.Terlepas dari kapan geplak pertama kali muncul, geplak telah menjadi salah satu makanan khas Bantul yang populer hingga saat ini.

Pada awalnya, geplak hanya dibuat sebagai camilan sederhana untuk dikonsumsi sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu, geplak mulai menjadi salah satu makanan khas Bantul yang populer. Geplak kini sering disajikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan dari Bantul.Ada beberapa jenis geplak yang populer di Bantul, yaitu:

  • Geplak biasa adalah jenis geplak yang paling umum. Geplak ini terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa.
  • Geplak telur adalah jenis geplak yang terbuat dari parutan kelapa, gula pasir atau gula jawa, dan telur. Geplak ini memiliki tekstur yang lebih lembut dan padat dibandingkan geplak biasa.
  • Geplak wijen adalah jenis geplak yang terbuat dari parutan kelapa, gula pasir atau gula jawa, dan wijen. Geplak ini memiliki rasa yang lebih gurih dan renyah dibandingkan geplak biasa.
  • Geplak kacang adalah jenis geplak yang terbuat dari parutan kelapa, gula pasir atau gula jawa, dan kacang. Geplak ini memiliki rasa yang lebih manis dan gurih dibandingkan geplak biasa.

Geplak telur, geplak wijen dan geplak kacang adalah bentuk modifikasi dari geplak biasa. Bagi lidah orang Jawa, geplak yang original lebih digemari. Geplak biasanya dikemas dalam Besek, yaitu wadah yang terbuat dari anyaman bilah bambu bagian dalam. Geplak dapat bertahan hingga 1 bulan jika disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Popularitas Geplak

Geplak mulai populer pada abad ke-20. Hal ini ditandai dengan mulai banyaknya penjual geplak yang bermunculan di Bantul. Selain itu, geplak juga mulai disajikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan dari Bantul.Ada beberapa faktor yang menyebabkan geplak mulai populer pada abad ke-20. Faktor pertama adalah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Pada abad ke-20, masyarakat mulai lebih sering bepergian, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata. Hal ini membuat geplak menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang populer.Faktor kedua adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian budaya. Pada abad ke-20, masyarakat mulai lebih menghargai dan melestarikan budaya daerah mereka. Hal ini membuat geplak menjadi salah satu simbol budaya Bantul yang perlu dilestarikan.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat geplak menjadi populer:

  • Rasa yang manis dan gurih. Geplak memiliki rasa yang manis dan gurih yang khas. Rasa ini disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
  • Tekstur yang kering dan renyah. Geplak memiliki tekstur yang kering dan renyah. Tekstur ini membuat geplak mudah dinikmati, baik sebagai camilan maupun sebagai oleh-oleh.
  • Harga yang terjangkau. Geplak memiliki harga yang terjangkau. Hal ini membuat geplak menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang populer.

Geplak adalah salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang perlu dilestarikan. Geplak merupakan salah satu bentuk budaya masyarakat Bantul yang harus terus dijaga dan dikembangkan.


Resep Dasar Geplak

Bahan-bahan:

  • 250 gram kelapa parut kasar
  • 250 gram gula pasir atau gula jawa
  • 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:

  1. Sangrai kelapa parut hingga kering dan berwarna agak kecokelatan.
  2. Masukkan gula pasir atau gula jawa dan garam ke dalam wajan. Masak hingga gula larut dan mengental.
  3. Masukkan kelapa parut yang sudah disangrai. Aduk hingga rata.
  4. Angkat dan cetak geplak sesuai selera.
  5. Dinginkan dan simpan geplak di tempat yang sejuk dan kering.
Tips:
  • Untuk membuat geplak yang lebih gurih, gunakan gula jawa.
  • Untuk membuat geplak yang lebih lembut, gunakan kelapa yang sudah tua.
  • Untuk membuat geplak yang lebih manis, tambahkan gula pasir atau gula jawa sesuai selera.

  1. Geplak telur: Tambahkan 1 butir telur ke dalam adonan geplak. Aduk hingga rata.
  2. Geplak wijen: Tambahkan 100 gram wijen ke dalam adonan geplak. Aduk hingga rata.
  3. Geplak kacang: Tambahkan 100 gram kacang tanah sangrai ke dalam adonan geplak. Aduk hingga rata.

Geplak yang banyak dijual di pasaran umumnya memiliki varian rasa dan warna. Warna putih untuk rasa original, geplak merah untuk varian rasa vanila, geplak kuning untuk rasa durian, geplak hijau untuk varian rasa pandan, dan geplak coklat untuk varian rasa coklat.Pewarna yang dipakai biasanya pewarna makanan yang sudah memenuhi ketetuan BPOM.

Demikian juga perasa makanan juga menggunakan essence perisa makanan yang banyak dijual di toko-toko bahan roti.Bisa juga menggunakan pewarna dan perisa alami seperti ekstrak daun pandan, estrak kunir danjuga daging buah durian. Namun dirasa kurang ekonomis dan kurang praktis jika hendak menjadikan camilan geplak dijual di pasaran. Kecuali jika memang sengaja membuat geplak untuk kelas premium. Pewarna dan essence perisa dimasukkan ketika adonan parutan kelapa dan gula masih diatas wajan dan diaduk merata hingga matang.

Resep Geplak Vanila

Bahan-bahan:

  1. 500 gram kelapa tua, parut
  2. 250 gram gula pasir
  3. 100 ml air
  4. 1 sendok teh vanili bubuk
  5. 1 tetes pewarna makanan merah

Cara membuat:

  • Campurkan kelapa parut, gula pasir, air, vanili bubuk, dan pewarna makanan merah dalam wajan.
  • Masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk hingga gula larut dan kelapa mengental.
  • Masak hingga adonan mengental dan matang, sekitar 30 menit.
  • Angkat dan cetak sesuai selera.

Tips untuk membuat geplak warna merah:

  • Gunakan pewarna makanan yang berkualitas agar warna geplak tidak mudah pudar.
  • Gunakan takaran pewarna makanan yang sesuai agar warna geplak tidak terlalu pekat atau terlalu pucat.

Cara pembuatan geplak dengan varian rasa pandan, durian dan coklat caranya sama degan resep dan cara pembuatan geplak varian rasa vanila diatas.

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat geplak aneka rasa:

  • Gunakan kelapa tua agar tekstur geplak menjadi lebih lembut.
  • Masak adonan hingga benar-benar matang agar geplak tidak mudah berjamur.
  • Bentuk geplak sesuai selera. Anda bisa membentuk geplak menjadi bulat, lonjong, atau kotak.

Mengapa sebaiknya menggunakan kelapa yang sudah tua?

Geplak yang memakai kelapa tua menjadi lebih lembut karena kandungan serat pada kelapa tua lebih sedikit daripada kelapa muda. Serat pada kelapa tua berukuran lebih besar dan lebih kasar daripada kelapa muda. Serat inilah yang membuat tekstur geplak menjadi lebih keras.

Ketika kelapa tua diolah menjadi geplak, kandungan seratnya akan terurai menjadi lebih kecil dan lebih halus. Hal ini disebabkan oleh proses pemanasan dan pengadukan yang dilakukan saat membuat geplak. Proses pemanasan akan membantu memecah serat pada kelapa tua, sedangkan proses pengadukan akan membantu meratakan serat yang sudah terurai.Selain itu, kelapa tua juga mengandung lebih banyak pati daripada kelapa muda. Pati inilah yang membuat tekstur geplak menjadi lebih lembut. Pati akan mengembang saat dipanaskan, sehingga akan membuat tekstur geplak menjadi lebih empuk.

Berikut adalah perbandingan kandungan serat dan pati pada kelapa tua dan kelapa muda:
Kandungan Kelapa Tua Kelapa Muda
Serat (g/100g) 2,2 3,9
Pati (g/100g) 10,4 7,3

Berdasarkan perbandingan tersebut, jelas bahwa kelapa tua memiliki kandungan serat yang lebih sedikit dan kandungan pati yang lebih banyak daripada kelapa muda. Hal inilah yang menyebabkan geplak yang memakai kelapa tua menjadi lebih lembut daripada geplak yang memakai kelapa muda.

  • Herawati, P., & Purwati, S. (2013). Pengaruh Jenis Kelapa dan Lama Pengadukan terhadap Karakteristik Geplak. Jurnal Pangan dan Gizi, 4(2), 125-132.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Herawati dan Purwati (2013), mereka menemukan bahwa geplak yang terbuat dari kelapa tua memiliki tekstur yang lebih lembut daripada geplak yang terbuat dari kelapa muda. Hal ini disebabkan oleh kandungan serat yang lebih sedikit dan kandungan pati yang lebih banyak pada kelapa tua.

  • Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Selain itu, dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2017), juga disebutkan bahwa kandungan serat pada kelapa tua lebih sedikit daripada kelapa muda. Kelapa tua memiliki kandungan serat sebesar 2,2 gram per 100 gram, sedangkan kelapa muda memiliki kandungan serat sebesar 3,9 gram per 100 gram.Berdasarkan sumber-sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa geplak yang memakai kelapa tua menjadi lebih lembut karena kandungan serat pada kelapa tua lebih sedikit dan kandungan pati yang lebih banyak.


Lebih enak mana, geplak gula jawa atau gula pasir?

Perbedaan utama antara geplak yang dibuat dengan gula pasir dan geplak yang dibuat dengan gula jawa adalah rasa dan warna.Geplak yang dibuat dengan gula pasir memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih kering. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula pasir yang lebih tinggi dibandingkan gula jawa. Gula pasir juga memiliki titik leleh yang lebih tinggi daripada gula jawa, sehingga adonan geplak yang dibuat dengan gula pasir lebih mudah mengeras.

Sedangkan, geplak yang dibuat dengan gula jawa memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih lembap. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula jawa yang lebih rendah dibandingkan gula pasir. Gula jawa juga memiliki titik leleh yang lebih rendah daripada gula pasir, sehingga adonan geplak yang dibuat dengan gula jawa lebih sulit mengeras.Selain rasa dan tekstur, warna geplak juga berbeda tergantung pada jenis gula yang digunakan. Geplak yang dibuat dengan gula pasir memiliki warna yang lebih putih, sedangkan geplak yang dibuat dengan gula jawa memiliki warna yang lebih coklat.

Berikut adalah tabel yang merangkum perbedaan antara geplak yang dibuat dengan gula pasir dan gula jawa:

Karakteristik Geplak Gula Pasir Geplak Gula Jawa
Rasa Lebih manis Lebih gurih
Tekstur Lebih kering Lebih lembap
Warna Lebih putih Lebih coklat

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat geplak yang enak:

  1. Gunakan kelapa parut kasar yang sudah tua. Kelapa parut yang sudah tua memiliki tekstur yang lebih lembut dan gurih.
  2. Sangrai kelapa parut hingga kering dan berwarna agak kecokelatan. Proses sangrai ini akan membuat geplak memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih renyah.
  3. Masak gula hingga larut dan mengental. Proses pematangan ini akan membuat geplak memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih kompak.
  4. Aduk kelapa parut dan gula hingga rata. Proses pengadukan ini akan membuat geplak memiliki tekstur yang lebih halus dan rata.
  5. Cetak geplak sesuai selera. Geplak dapat dicetak dalam berbagai bentuk, seperti balok, bulat, atau pipih.
  6. Dinginkan geplak hingga benar-benar dingin sebelum disimpan. Proses pendinginan ini akan membuat geplak memiliki tekstur yang lebih renyah.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Geplak, Camilan Khas Bantul yang Punya Banyak Cerita.